Perjalanan Pembelajar

Inilah kehidupan, setiap perjalanannya memberikan pembelajaran. Tidak peduli antara mundur di pertengahan atau mengakhiri, Allah selalu menyisakan pejuang yang berani mencapai finish.

Inilah kehidupan, setiap perjalanannya memberikan pembelajaran. Tidak peduli antara mundur di pertengahan atau mengakhiri, Allah selalu menyisakan pejuang yang berani mencapai finish.

Sejenak Terlupa

“Apakah kau mengerti arti mencintai yang sesungguhnya?”. Ia adalah perasaan dimana seharusnya kita dapat begitu bahagia dalam menjalani setiap perjalanan kita. Merasakannya pada pagi, siang dan malam kita, merasa bahwa hidup kita yang paling bahagia. Tak pernah sedikitpun dalam satu hari luput untuk tidak memikirkannya, walau tanpa sadar perlahan bahagia itu ibarat potongan kaca yang menyanyat, menggores dan menghancurkan.

“Tapi apakah kau tahu bahwa sesungguhnya ia adalah anugerah?”. Ia diciptakan begitu sempurna, menyimpan berbagai rasa yang akan bermunculan disaat yang berbeda. Terkadang kau akan merasakan begitu bahagia bila berjumpa atau sekedar menatap bahwa pesanmu dibalas. Atau kau akan tiba-tiba merasa terluka ketika tanpa sengaja kau melihatnya tersenyum tapi bukan denganmu. Ia ibarat puzzle yang tak pernah kita duga dimana potongan yang sesungguhnya.

Aku pun sama, tentunya memiliki rasa untukmu, dimana awalnya aku kira ia hambar, tanpa perasaan sedikitpun. Karena aku tahu antara kita hanya pertemuan antara kertas dan bolpoint dimana masing-masing harus melaksanakan fungsinya. Bertemu dalam kewajiban. Itu saja.

Sampai pada suatu hari kau akan tersadar, bahwa semakin hari rasa itu tumbuh diiringi jenaka canda yang tak sengaja. Tadinya ia hanya mampir untuk berteduh, tapi ternyata hujan di hati tak kunjung reda hingga rasa itu tumbuh subur memekarkan bunga-bunga yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.

Awalnya ia hanya menyapa, semakin lama ia datang berkunjung tanpa dihalangi waktu. Awalnya hanya bersikap biasa, tapi penolakan yang keras memang berujung pengiyaan. Tanpa sadar, setiap lekuk dari wajahnya kau hafal. Membayangkan senyumnya, merasakan teganya mata itu, memperhatikan cara dia berjalan, hampir semuanya. Dan itu terjadi tiba-tiba.

Sejanak kau lupa, bahwa ia bisa datang kepada siapapun. Bahkan kepada ia yang dengn penolakan keras. Hingga kau terus mengingatnya dalam mimpi. Berhati-hatilah wahai hati.

Perjalanan dalam Tulisan

Setiap perjalanan pasti memiliki kisah masing-masing yang ingin selalu diingat. Sayangnya, memori otak kita terlalu berkarat untuk mengingat setiap peristiwa atas perjalanan panjang yang telah kita lakukan. Hanya potongan-potongan memori yang tersimpan, yang selalu kita usahakan untuk menjadi satu kesatuan yang utuh. Tapi tetap, ada potongan yang hilang. Sulit untuk kita mencarinya.

Perjalanan bukanlah pekerjaan tanpa pembelajaran, ia adalah guru terbaik yang melahirkan pengalaman-pengalaman, membentuk pribadi kita menjadi lebih dewasa. Mengalahkan ego kita yang selalu memuncak, melatih kesabaran atas gairah yang meledak. Ia ibarat lagu yang memiliki bermacam melodi, terkadang ia harus datar, naik atau bahkan terjun bebas. Tidak ada yang pernah sia-sia dalam sebuah perjalanan, karena dengannya kita akan menemukan arti sebenarnya tentang hidup, tentang alasan sesungguhnya kita diciptakan, dan tentang jawaban yang masih buram tak terlihat.

Perjalanan selalu menginginkan keabadian, membuka kembali potret pengalaman atas pembelajaran. Sayangnya, jemari ini terlalu malas untuk bergerak. Ia hanya mengandalkan otak untuk mengingat setiap jengkalnya, lupa bahwa ia juga punya batas. Itulah mengapa otak dan jemari harus selalu sinkron, saling berkoordinasi satu dengan lainnya. Memberikan cerita atas perjalanan, memberikan hikmah atas kejadian. Karena jemari akan menghasilkan mahakarya dari perjalanan. Membingkainya dengan rasa dan mempersembahkannya untuk generasi.

Tulisan harus memberikan kekuatan untuk perjalanan, agar setiap memori yang ada, takakan hilang begitu saja. Biarkan mereka menjadi satu, seperti aku yang selalu merindukan kita menyatu. Bersama melangkah dalam dakwah atas perjalanan panjang yang kita lakukan.

Jadikanlah jemarimu menjadi saksi bisu karya berharga, jadikanlah ia menyenangkan bukan menakutkan.